intelektual alternatives

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

Posted on: 12 Mei 2011


PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
oleh : lukman hakim
maalah yang serius dalam implementasi nilai-nilai luhur pancasila,salah satunya,adalah masalah moralitas/etika/akhlak terutama yang menyangkut ketulusan, dan itu terjadi ketika nilai nilai dasar pancasila hanya di jdikan retorika – sosial politik yang kosong dan menipu saja oleh sebagian masyarakat indonesia. jadi yang kita perlukan sesungguhnya adalah fokus terhadap hal tersebut,dan bukan malah memperdebakannya secara teoretikal atau bahkan menggantinya dengan meng-impor ideologi baru dari negara lain.
(cak Nur)

Ketika politik makin karut marut,ketika kemiskinan makin meluas,ketika kerusuhan makin menyebar,ketika keadilan makin menjauh,ketika moralitas makin membusuk,dan ketika terorisme makin meruyak,muncul pertanyaan : adakah kesalahan yang fatal di negri ini sehingga semua “kejahatan dan keburukan” itu berkumpul dan mengahantamnya???? inilah sebagian kecil representasi dari negara gagal di bawah komando SBY dan BUDIONO. Negara yang telah hampir terjerumus ke dalam lembah yang sungguh sangat hina.

menurut Yudi Latif,pancasila adalah penjelmaan falsafah bangsa Indonesia yang paling realistis karena berpijak pada proses perjalanan pembentukan nsantaraitu sendiri. Sebagai Negara kepulauan terbesar di dunia yang membujur di titik strategis persilangan antar benua dan antar samudra,dengan daya tarik kekayaan sumberdaya yang melimpah,Indonesia sejak lama menjadi titik temu penjelajahan bahari yang membawa pelbagai arus peradaban. tidak salah jika bung karno menyatakan Indonesia adalah taman sari peradaban dunia.di taman sari peradaban dunia inilah hidup berbagai macam suku bangsa dengan berbagi macam warna kulit,bahasa,dan keyakinan.Bhineka Tunggal Ika adalah sebuah keniscayaan dalam proses pembentukan bangsa Indonesia.Untuk itu;toleransi,pluralisme dan ketuhanan yang berakar pada sejarah pembentukan bangsa harus terus menerus di bina dan dijaga eksistensinya.tanpa itu, Tunggulah kehancuran Indonesia.

Penumbuhan dan penemuan nilai-nilai keindonesiaan umum yakni universal Indonesia yang mencakup seluruh segmen bangsa itu akan mempunyai dampak strategis dalam pembangunan politik nasional kita,yaitu adanya sumber legtimasi kekuasaan dapat diperoleh dari berbagai sumber,sejak dari keberhasila mewujudkan stabilitas (lahiriyah) dalam suatu masyarakat yang baru menglami situasi kacau sampai kepada kemampuan mengejawantahkan nilai-nilai luhur yang menjadi tujuan bersama bangsa.sebagaimana diketahui, nilai-nilai luhur bangsa kita dirumuskan dalam konstitusi,yakni pancasila.serta sumber legtimasi inilah kriteria terakhir keabsahan suatu kekuasaan di negri kit.legtimasi ini semakin diperlukan sebagai sumber daya dorong bangsa kita yang sering dilukiskan sebagai negara hendak “tinggal landas”.sebagaisebagaimana di isyaratkan dlam dunia penerbangan yang menjadi sumber metafor itu sendiri,tenaga di dorong yang diperlukan untuk tinggal landas adalah jauh lebih besar berlipat ganda daripada yang diperlukan ketika melakukan taxiing menuju runway dan masih berlipat ganda dari tenaga dorong yang diperlukan untuk cruising kelak di angkasa.maka,tanpa menjadi terlaqlu pesimistis,metafor penerbangan itu juga mengisyaratkan bahwa jika untuk tinggal landas itu tidak tersedia cukup sumber tenaga,pesawat mungkin akan menukik dan jatuh berantakan.

dalam kehidupan negara kita yang sedang membangun ini,hal yang paling tepat untuk dikiaskan dengan daya dorong guna take off itu ialah legtimasi politik.semakin meyakinkan legtimasi itu , semakin besar sumber daya dorong yang di hasilkannya itu,yaitu dalam wujud kesediaan setiap anggota bangsa,perseorangan maupun kelompok,untuk berkorban.sebab anggota-anggota bangsa itu yakin bahwa pengorbanan mereka itu tidak sia sia.seperti contoh tidak akan berakhir hanya pada pemenuhan nafsu kekuasaan para penguasa atau para penopang keinginan memperkaya diri para penjabat.lebih anjut saat take off, sebagaimana saat landing,tetapi malah mudah landing tidak akan perlu kita akan pinjam sebagai meafor untuk bangsa kita,adalah saat-saat keritis dalam penerbangan,saat seluruh penumpang,termasuk awak pesawat,dituntut untuk menahan diri untuk tidak merokok dan memakai tali kursi.para awak peaswt, disebabkan oleh tanggung jawab mereja, harus memberi contoh.jika tidak kelalaian mereka akan menjadi alasan para penumpang menirunya,dan ini akan mengancam seluruh isi awak peasawat.penggunaan dunia penerbangan ini sebagai kiasan tahap perkembangan bangsa kita cukup beralasan, tapi juga menguaatkan kia semua akan sekema tanggung jawab nasional yang kita hadapi.

untuk mempertinggi kemampuan kita memikul tanggung jawab itu, kita harus secara kreatif menumbuhkan sikap mantap terhadap diri sendiri sebagai bangsa.memang pertumbuhan kemantapan itu sendiri (termasuk keberhasilan mengmebangkan sumber legitimasi kekuasaan tadi).Tetapi,kemantapan itu juga bisa ditumbuhkan secara delibrate,antara lain dengan cara menumbuhkan kesadaran bahwa bangsa indonesia adalah bangsa kelima terbesar di dunia.kemantapan itu tidak hanya berimplikasi kebebasab dari rasa cemas yang tidak pada tempatnya,baik cemas yang berlebihan terhadap pluralitas dalam negri maupun cemas dalam bentuk xenophobia,suatu perasaan takut terhadap sesuatu yang asing.maka, kemantapan diharapkan menjadi pangkal bagi adanya fase pertumbuhan lebih lanjut yang lebih penting lagi,yaitu sikap keterbukaan . kita mengininkan opertumbuhan bangsa kita menjadi bangsa yang mantap kepada diri sendiri dan terbuka.

maka,kembali kepada kemampuan mewujudkan nilai nilai luhur atau keberhasilan mewujudkan komitment kepadanya,sebagai sumber legtimasi politik tersebut,kemantapan dan keterbukaan iitu menghendaki adanya presepsi kepada pancasila sebagai ideologi terbuka.sebagai rumusan tentang cita cita nasional yang tinggi itu,pancasila tidak mungkin di buatkan penjabannya sekali untuk selamanya.pelaksanaan nilai nilai itu akan menyatu dengan proses yang progresif, hanya akan terjadi jika di jiwai oleh semangat keterbukaan.nilai-nilai yang tercantum dlam pancasila itu,baik masing-masingnya secara terpisah maupun seluruhnya secara utuh,jelas sekali mempunyai dimensiyang sangat universal.karena keuniversalannya itu,pancasila tidak mungkin diwujudkan nyatakan dengan semangat nativistis atau aivistis.ia menghendaki kesediaan yang cukup besar dari bangsa indonesia untuk menimba dari pengalaman manusia sejagat.

ideologi negara pancasila,sebagai bentuk konvergensi nasional dalam peringkat formal konstitusional,telah menunjukkan keefektifannya sebagai penopang republik(sehingga presepsi yang terdengar agak magis kepadanya seperti ungkapan “kesaktian Pancasila”).tetapi,keefektifannaya iu agak terbatas kepada kemampuannya,untuk menjadi sumber legitimasi bagi usaha usaha mempertahankan status quo.bahkan di tangan penguasa atau penjabat yang tidak kreatif, pancasila sering digunakan sebagai alat pengenal diri yang dangkal,atau sebagai pemukul orang atau kelompok lain yang kebetulan “tidak berkenan di hati”.karena itu,pancasila di tangan bangsa yang belum mantap pertumbuhannya akan rawan terhadap berbagai manipulasi.kenyataan bahwa orde lama , termasuk fase-fase terakhirnya yang sangat berbahaya itu,juga mengaku spenuhnya berpegang kepada pancasila,secara demonstratif menunjukkan kemungkinan manipulasi itu.sebagai objek manipulsi,pancasila bisa berfungsi tidak lebih dari suatu alat plitik,suatu ideologicsl weapon untuk kepentingan sesaat.sedangkan yang sangat kita butuhkan sekarang ialah pancasila yang berfungsi penuh sebagai sumber untuk memacu masa depan.pemfungsian(penyalhgunaan) pancasila seperti itu adalah akibat presepsi reksitif itu kita lebih tshu tentang apa yang bukan pancasila,namun ,atau sedikit sekali ,mengetahui tentang apologetisnya, saat kita hendak membicarakan perwujudan nyata dalam masyarakat untuk menbiarkan diri terus menurus bersikap”tiba di mata di pejamkan,tba di perut di kempiskan ” terhadap nilai nilai pancasila itu.larena itu, diperlukan sikap yang lebih proaktif terhadap nilai nilai pancasila itu,yaitu usaha mengetahui dan menghayatiapa yang sebenarnya yang di kehendaki oleh nilai nilai luhur itu,dengan berani mengadakan pengusutan kepada keadaan sekarang . disini berarti di kehendakinya presepsi kepada pancsila sebagai ideologi terbuka.kesanalah muara konvergensi nasional kita,nilai keindonesiaan kia.

*) Lukman Hakim kabid PPa BPL HMI cabang Yogyakarta)

dikutip dari buletin jumat “jendral sudirman” edisi -168 6 mei 2011/13 jumadil tsani 1432 H

About these ads

2 Tanggapan to "PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA"

[...] PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA [...]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: